
MILAN – Inter Milan mengukuhkan diri sebagai Campione d’Inferno, alias juara musim dingin atau paro musim pertama. Itu setelah sang juara bertahan menang tipis 1-0 atas Lazio dinihari kemarin (21/12), sementara AC Milan yang jadi rival terdekatnya batal main akibat salju tebal.
Gol semata wayang yang terjadi di Giuseppe Meazza itu diciptakan Samuel Eto’o pada menit ke-14. Striker timnas Kamerun itu menyambar umpan silang yang dikirim Dejan Stankovic dengan heading keras. Tandukan itu sempat ditepis kiper Lazio Fernando Muslera. Namun Eto’o balik menendang bola ke sisi lain gawang yang tidak terjangkau Muslera.
Dengan kemenangan itu, posisi Inter di puncak klasemen tidak tergoyahkan. Tim besutan Jose Mourinho itu mengumpulkan 39 poin, unggul delapan angka dari Milan di posisi runner up. Sedangkan Juventus yang di awal musim setia menguntit mereka malah tertinggal sembilan angka akibat kekalahan dari Catania Minggu malam lalu.
”Menurut saya ini adalah tiga poin yang sangat penting buat psikologis pemain,” ungkap defender Inter Ivan Cordoba kepada Associated Press. ”Kami leading delapan dan sembilan poin atas lawan-lawan terdekat. Memang Milan masih punya tabungan satu pertandingan lagi. Tapi menemukan jadwal untuk melawan Fiorentina itu sendiri bakal sangat menyulitkan mereka,” lanjutnya.
Inter mengemban misi bangkit dari hasil imbang melawan Atalanta pekan lalu. Karena itu, Eto’o dkk sudah menekan sejak awal. Itu terbukti dari terjadinya gol Eto’o yang cukup cepat. Thiago Motta juga mendapat peluang kala laga baru jalan empat menit. Itu diikuti peluang Esteban Cambiasso dan Diego Milito sepanjang babak pertama.
Namun, pada babak kedua, Lazio berupaya membalas serangan Inter. Para penggawa Aquile —sebutan Lazio— membuka cukup banyak peluang. Pelatih Davide Ballardini bahkan menurunkan eks penyerang Inter Julio Cruz pada menit ke-58. Namun, akurasi yang buruk membuat 11 tendangan di kotak penalti Inter melenceng dari gawang.
Mourinho tampak sangat puas dengan kemenangan anak buahnya. ”Kami memegang kendali sepanjang pertandingan. Kami berhasil menjinakkan Lazio, baik sebelum maupun sesudah gol Eto’o. Meskipun ada beberapa kartu kuning yang sebenarnya tidak perlu,” papar Mourinho kepada Sky Sport Italia.
Menurut Mourinho, menduduki posisi teratas di akhir putaran pertama sangat berpengaruh pada perebutan scudetto. Campione d’Inferno memang tidak menjamin sebuah tim bakal lanjut jadi juara. Tapi paling tidak, itu memberi tekanan psikologis pada Juve dan Milan, bahwa mereka bisa merebut takhta Serie A untuk kali kelima beruntun.
”Semua yang terjadi pekan ini menguntungkan kami. Dalam satu hari kami memetik tiga angka, Juve kalah, sementara Milan masih punya tanggungan away ke Fiorentina,” kata pelatih asal Portugal itu.
Kendati demikian, kubu Inter kompak menyatakan bahwa perburuan titel masih sengit. Terutama di antara tiga tim teratas. Mourinho menambahkan Roma sebagai kandidat kuat ancaman Inter. Gialorossi —sebutan Roma— menunjukkan peningkatan performa yang cukup signifikan setelah sempat tersendat di awal musim.
”Milan, Juventus, dan Roma akan sangat merepotkan kami,” tutur Mourinho. ”Liga ini sangat sulit. Milan dan Juve akan melakukan segala cara untuk menjegal kami. Kami harus menjaga konsistensi, dan menghindari risiko,” timpal kapten Javier Zanetti.
Kalau Inter sudah bicara scudetto, Lazio harus mulai memikirkan Serie B. Sebab kekalahan dari Inter makin mendekatkan mereka ke zona degradasi. Aquile merosot satu setrip ke peringkat 17 dengan 16 poin. Ballardini dengan besar hati mengatakan bahwa dia tidak akan menyalahkan siapa pun kecuali dirinya sendiri.
”Inilah Lazio, dan total poin yang kami kumpulkan itu pantas kami terima,” kata Ballardini. ”Kami punya banyak masalah saat ini, tapi semua kesulitan itu harus kami atasi bersama,” imbuhnya.
”Menurut saya ini adalah tiga poin yang sangat penting buat psikologis pemain,” ungkap defender Inter Ivan Cordoba kepada Associated Press. ”Kami leading delapan dan sembilan poin atas lawan-lawan terdekat. Memang Milan masih punya tabungan satu pertandingan lagi. Tapi menemukan jadwal untuk melawan Fiorentina itu sendiri bakal sangat menyulitkan mereka,” lanjutnya.
Inter mengemban misi bangkit dari hasil imbang melawan Atalanta pekan lalu. Karena itu, Eto’o dkk sudah menekan sejak awal. Itu terbukti dari terjadinya gol Eto’o yang cukup cepat. Thiago Motta juga mendapat peluang kala laga baru jalan empat menit. Itu diikuti peluang Esteban Cambiasso dan Diego Milito sepanjang babak pertama.
Namun, pada babak kedua, Lazio berupaya membalas serangan Inter. Para penggawa Aquile —sebutan Lazio— membuka cukup banyak peluang. Pelatih Davide Ballardini bahkan menurunkan eks penyerang Inter Julio Cruz pada menit ke-58. Namun, akurasi yang buruk membuat 11 tendangan di kotak penalti Inter melenceng dari gawang.
Mourinho tampak sangat puas dengan kemenangan anak buahnya. ”Kami memegang kendali sepanjang pertandingan. Kami berhasil menjinakkan Lazio, baik sebelum maupun sesudah gol Eto’o. Meskipun ada beberapa kartu kuning yang sebenarnya tidak perlu,” papar Mourinho kepada Sky Sport Italia.
Menurut Mourinho, menduduki posisi teratas di akhir putaran pertama sangat berpengaruh pada perebutan scudetto. Campione d’Inferno memang tidak menjamin sebuah tim bakal lanjut jadi juara. Tapi paling tidak, itu memberi tekanan psikologis pada Juve dan Milan, bahwa mereka bisa merebut takhta Serie A untuk kali kelima beruntun.
”Semua yang terjadi pekan ini menguntungkan kami. Dalam satu hari kami memetik tiga angka, Juve kalah, sementara Milan masih punya tanggungan away ke Fiorentina,” kata pelatih asal Portugal itu.
Kendati demikian, kubu Inter kompak menyatakan bahwa perburuan titel masih sengit. Terutama di antara tiga tim teratas. Mourinho menambahkan Roma sebagai kandidat kuat ancaman Inter. Gialorossi —sebutan Roma— menunjukkan peningkatan performa yang cukup signifikan setelah sempat tersendat di awal musim.
”Milan, Juventus, dan Roma akan sangat merepotkan kami,” tutur Mourinho. ”Liga ini sangat sulit. Milan dan Juve akan melakukan segala cara untuk menjegal kami. Kami harus menjaga konsistensi, dan menghindari risiko,” timpal kapten Javier Zanetti.
Kalau Inter sudah bicara scudetto, Lazio harus mulai memikirkan Serie B. Sebab kekalahan dari Inter makin mendekatkan mereka ke zona degradasi. Aquile merosot satu setrip ke peringkat 17 dengan 16 poin. Ballardini dengan besar hati mengatakan bahwa dia tidak akan menyalahkan siapa pun kecuali dirinya sendiri.
”Inilah Lazio, dan total poin yang kami kumpulkan itu pantas kami terima,” kata Ballardini. ”Kami punya banyak masalah saat ini, tapi semua kesulitan itu harus kami atasi bersama,” imbuhnya.
0 komentar:
Posting Komentar